Minggu, 18 November 2012

Rumus 5S untuk Turunkan Berat Badan dengan Jalan Kaki

img
Banyak orang memilih naik sepeda atau mengendarai motor saat akan menuju suatu tempat. Selain malas berjalan kaki, mungkin banyak di antara mereka yang tidak mengetahui manfaat kesehatan ketika berjalan kaki.

Jika Anda sedang melakukan program penurunan berat badan, cobalah olah raga satu ini. Dr Nadkarni, seorang ahli bedah ortopedi merekomendasikan sebagian besar pasiennya yang ingin menurunkan berat badan dengan cara berjalan kaki. "Berjalan adalah latihan yang relatif aman dan menyenangkan. Berjalan juga dapat secara efektif menurunkan berat badan," jelasnya seperti dikutip dari iDiva.

Selain itu, berjalan kaki merupakan latihan radiovaskular yang sangat baik, dapat membuat jantung dan paru-paru berlatih lebih efisien. Hal tersebut dapat mencegah osteoporosis dan membantu meningkatkan kesehatan tulang. Berjalan juga merupakan cara terbaik untuk mengusir stres.

Agar berjalan menjadi olah raga yang efektif untuk menurunkan berat badan, seseorang harus tetap berpegang pada rumus 5S.

Stretch (Meregangkan Otot)
Regangkan otot Anda sebelum dan setelah berjalan. Otot seperti otot betis, paha depan, paha belakang harus lentur sambil berjalan. Peregangan yang baik adalah dengan 'Yoga Vertikal' yang dapat membantu otot-otot Anda meregang saat berjalan. Yoga vertikal adalah salah satu jenis postur yoga dengan posisi berdiri, yang dapat dilakukan sebelum atau sesudah berjalan.

Strengthen (Memperkuat Otot)
Perkuat otot betis Anda dengan melakukan latihan beban. Hal ini dapat mencegah cedera saat berjalan. Lakukanlah latihan seperti meletakkan beban pada tumit, squat kuartal, dan gerakan menekuk lutut. Otot yang kuat juga dapat mencegah degenerasi sendi.

Speed (Kecepatan Berjalan)
Kecepatan optimum saat berjalan diperlukan untuk mengurangi berat badan. Banyak orang yang tidak berhasil menurunkan berat badannya saat berjalan karena mereka salah menerapkan teknik berjalannya.

Jika Anda ingin menurunkan berat badan, berjalan dengan cepat dengan intensitas yang tepat, bukan hanya sekedar berjalan kaki. Jika Anda mulai merasa lelah, jangan dipaksakan, kurangilah kecepatan sambil berjalan ringan.

Style (Gaya Berjalan)
Gaya berjalan penting dilakukan agar olah raga lebih efisien dan bebas cedera saat melangkah. Berjalan yang benar adalah ketika tumit menyentuh tanah, diikuti dengan langkah kaki lainnya sebelum kaki sebelumnya meninggalkan tanah. Tubuh harus tegak tanpa membungkuk dan lengan harus berayun bersama dengan langkah Anda.

Shoes (Sepatu Olah raga)
Sepatu adalah indikator penting yang harus diperhatikan untuk menghindari cedera saat berjalan. Sepatu yang baik adalah sepatu yang nyaman saat digunakan ketika berolah raga dan tidak menyebabkan cedera lutut atau pun masalah punggung. Pilihlah jenis sepatu yang dirancang khusus untuk pejalan kaki.

Leave a Reply

Rumus 5S untuk Turunkan Berat Badan dengan Jalan Kaki

img
Banyak orang memilih naik sepeda atau mengendarai motor saat akan menuju suatu tempat. Selain malas berjalan kaki, mungkin banyak di antara mereka yang tidak mengetahui manfaat kesehatan ketika berjalan kaki.

Jika Anda sedang melakukan program penurunan berat badan, cobalah olah raga satu ini. Dr Nadkarni, seorang ahli bedah ortopedi merekomendasikan sebagian besar pasiennya yang ingin menurunkan berat badan dengan cara berjalan kaki. "Berjalan adalah latihan yang relatif aman dan menyenangkan. Berjalan juga dapat secara efektif menurunkan berat badan," jelasnya seperti dikutip dari iDiva.

Selain itu, berjalan kaki merupakan latihan radiovaskular yang sangat baik, dapat membuat jantung dan paru-paru berlatih lebih efisien. Hal tersebut dapat mencegah osteoporosis dan membantu meningkatkan kesehatan tulang. Berjalan juga merupakan cara terbaik untuk mengusir stres.

Agar berjalan menjadi olah raga yang efektif untuk menurunkan berat badan, seseorang harus tetap berpegang pada rumus 5S.

Stretch (Meregangkan Otot)
Regangkan otot Anda sebelum dan setelah berjalan. Otot seperti otot betis, paha depan, paha belakang harus lentur sambil berjalan. Peregangan yang baik adalah dengan 'Yoga Vertikal' yang dapat membantu otot-otot Anda meregang saat berjalan. Yoga vertikal adalah salah satu jenis postur yoga dengan posisi berdiri, yang dapat dilakukan sebelum atau sesudah berjalan.

Strengthen (Memperkuat Otot)
Perkuat otot betis Anda dengan melakukan latihan beban. Hal ini dapat mencegah cedera saat berjalan. Lakukanlah latihan seperti meletakkan beban pada tumit, squat kuartal, dan gerakan menekuk lutut. Otot yang kuat juga dapat mencegah degenerasi sendi.

Speed (Kecepatan Berjalan)
Kecepatan optimum saat berjalan diperlukan untuk mengurangi berat badan. Banyak orang yang tidak berhasil menurunkan berat badannya saat berjalan karena mereka salah menerapkan teknik berjalannya.

Jika Anda ingin menurunkan berat badan, berjalan dengan cepat dengan intensitas yang tepat, bukan hanya sekedar berjalan kaki. Jika Anda mulai merasa lelah, jangan dipaksakan, kurangilah kecepatan sambil berjalan ringan.

Style (Gaya Berjalan)
Gaya berjalan penting dilakukan agar olah raga lebih efisien dan bebas cedera saat melangkah. Berjalan yang benar adalah ketika tumit menyentuh tanah, diikuti dengan langkah kaki lainnya sebelum kaki sebelumnya meninggalkan tanah. Tubuh harus tegak tanpa membungkuk dan lengan harus berayun bersama dengan langkah Anda.

Shoes (Sepatu Olah raga)
Sepatu adalah indikator penting yang harus diperhatikan untuk menghindari cedera saat berjalan. Sepatu yang baik adalah sepatu yang nyaman saat digunakan ketika berolah raga dan tidak menyebabkan cedera lutut atau pun masalah punggung. Pilihlah jenis sepatu yang dirancang khusus untuk pejalan kaki.

0 komentar:

Posting Komentar